Minggu, 10 April 2016

IMPIAN RAHMAT

Aku mengenalnya sejak hampir tiga tahun yang lalu, di bulan pertama aku duduk di kelas X. Waktu itu aku datang ke rumah temanku, Annisa, untuk mengerjakan tugas kelompok pertamaku, kebetulan dia sedang berada di rumah Annisa. Dia hanya memandangku beberapa saat, dan waktu aku melihat ke arahnya, dia hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dengan santun lalu pergi meninggalkan kami. Namun justru senyum santun dalam pertemuan sesaat itu yang terekam dengan baik dalam ingatanku. Walau beberapa bulan setelah itu aku tidak pernah melihatnya lagi.

Senin, 04 April 2016

AKU DAN SESUATU


Dalam asa yang kubawa
dalam mimpi yang kupunya
Rindu hanyalah sebuah kata
yang dipaksakan ke dalam bait-bait syair cinta
Cinta hanyalah sebuah kata
yang dipaksakan ke dalam bait-bait syair lara

Sabtu, 02 April 2016

Cara Untuk Mengetahui Panjang Jalur atau Lintasan Dalam Google Earth

Assalaamu'alaikum, Teman-teman :)
Kalo sebelumnya saya bikin tutorial tentang Cara Mengunggah Photo ke Google Maps/Google Earth, kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang cara mengetahui panjang jalur atau lintasan pada Google Earth. Cara ini juga sering saya gunakan untuk mengukur panjang jalan, selokan, dan lain-lain saat kondisi tidak memungkinkan untuk langsung ke lokasi. Dan berdasarkan pengalaman, cara ini cukup akurat, bahkan bisa dikatakan tepat, asalkan kita meletakkan titik awal dan titik akhir pada lokasi yang tepat.
Nah, dalam tutorial ini saya akan ngasih contoh untuk mengetahui jarak dari Bunderan Arga Makmur ke Stadion 45 melalui Jl. K.H. Dahlan.

Rabu, 30 Maret 2016

Mengunggah Photo ke Google Maps/Google Earth

Assalaamu'alaikum, Sobat.
Ini posting pertama saya :) karena tadi malem saya chatting dengan salah seorang senior dan Beliau minta kepada saya untuk membantunya jadi admin disini, katanya saya boleh posting apa saja asal bermanfaat dan pasti untuk hal yang positif tentunya.
Pada kesempatan pertama ini saya akan ngasih tau Sobat semua (untuk yang belum tau) tentang cara mengunggah, mengupload, atau memasang photo di Google Map atau Google Earth, walau sebenarnya tutorial ini sudah banyak blogger yang bahas, tapi ya dari pada saya gak ada kerjaan, mending posting saja dan mudah-mudahan bermanfaat.

Jumat, 25 Maret 2016

LUMINOUS

Jiwaku terbakar terik mentari
saat aku menemukanmu di indahnya rimbunan taman
Kau teduhkan pembaringanku di hamparan rumput tamanmu
yang kau warnai dengan tinta hijau
Perlahan kau pulihkan luka karena rindu
tanpa destinasi yang pasti
Lalu kau coba tinggalkan aku
di bawah keteduhan sinarmu

TABIR

Rindu dan dendamku panas membara

Melepuh

      Hangus

              Terbakar 
                       
                           Membias

                                      Kau

                                                  Aku

Rabu, 23 Maret 2016

INSYA ALLAH

Judul:
INSYA ALLAH
Pemain:
Annisa, Fitri, Karin, Nirina, Nurul, Iqbal, Pandu, Hafidz, Amin dan Intan.
Narator
:
Annisa dan sembilan orang temannya sudah sepakat untuk mengerjakan tugas sekolah dan makan malam bersama di rumah Annisa dan mereka pun telah sepakat untuk mengumpulkan uang jajan untuk keperluan makan malamnya, karena mereka akan belanja sepulang sekolah dan masak bersama nanti malam..

Pagi itu halaman sekolah masih agak sepi ketika Annisa sampai dan langsung menuju ruang kelasnya, ternyata di sana sudah ada beberapa teman yang sudah sampai duluan.

Jumat, 18 Maret 2016

MEKAR DALAM KABUT

Dari seseorang untuk seseorang

Engkau yang mekar dalam kabut pagi
Meniti jalanmu membelakangi matahari
Tak hiraukan hangatnya menerpa tubuhmu
Di balik putih abu warna-warnamu

Engkau yang mekar dalam kabut pagi
Menyibak rahasia misteri duniawi
Dimana langkahmu akan berakhir nanti
Jangan sekali kau tinggalkan sang mentari

Rabu, 16 Maret 2016

KIRANA

Aku mengagumimu hanya jika malam tiba
Walau hanya dengan separuh nafasmu
kau sapa jutaan bintang yg membencimu satu per satu
Aku mengagumimu hanya jika malam tiba
Walau sinarmu samar dan tak mampu menerangi setiap relung malamku
kau terangi setiap sudut mindaku menyapu semua bayang-bayang asmara
Aku mengagumimu hanya jika malam tiba
Walau sinarmu sayu dan tak mampu menyibak kabut hidupku
kau terangi gelap pandanganku melenyapkan semua mimpi hitamku

REDUP

Aku lihat kau terbenam saat mentari terbit
Kadang aku lihat kau terbenam saat mentari terbenam
Sesekali aku lihat kau terbit saat mentari terbenam
Dan seringkali aku menunggu kau terbit saat mentari telah tertidur lelap
Andai saja aku adalah salahsatu bintang walau tidak terlalu terang
Aku ingin kau larutkanku dgn cahaya redupmu
Dan ingin aku iringi langkahmu dalam malam yang temaram

SECLUSION

Aku tidak akan mengusikmu saat kau terdiam
Aku tidak akan memandangmu saat kau tersenyum
Dan aku tidak akan mendengarmu andai kau berkata, "rebahkan asamu di sisiku".
Lalu kau biarkan aku terus menghitung ruas jariku tanpa tasbih dan doa
Karena kau tahu; tiada lagi yang dapat kupinta untuk hidupku yang tanpa warna
Karena kau tahu; semua warna telah Tuhan berikan kepada pelangi
Hingga kau tak mampu mewarnai harimu sendiri
Dan kau tetap berharap kurebahkan asa disisimu hingga ia mati.

Selasa, 15 Maret 2016

UNTITLED

sepinya hari ini...
dimana awan yang berkabut dan bertebar kesedihan, 
dalam bentuk rintikan hujan yang menyelimuti pandangan mataku...
sendiri,terdiam,merenung...
semua itu larut dalam suasana keraguan...
Akankah diri ini mampu untuk terus melangkah...
keraguan yang telah bersarang dalam pikiran ku membuat hati ini terasa rapuh...
Membuatku berputus asa,membuat ku merasa kecewa...
perasaan apakah ini...
sehingga gelombang itu seakan membuatku terus menerus larut ke dasar yang terdalam...
"diri ini tak mampu"..
Sempat ku berpikir seperti itu...
Ah...Anggap saja itu semua perasaan yang tak pernah ada dalam benakku..
aku berjanji untuk tetap semangat,berjuang dan bersabar...
karena...berada di hatimu membuatku lebih berarti...
saat aku menggenggam tanganmu dengan sepenuh jiwa...
dan kita menggapai mimpimu dengan sekuatnya...
Kita pasti bisa...
dengan semangat yang indah...
kita akan terus berjuang tanpa kena lelah...
Menahan amarah...
dan melewati arah yang tak pasti...
ya Allah... Dalam kegundahan ini 
aku yakin bahwa cinta akan menemukan pasangan yang tepat pada saat waktu yang tepat...

Minggu, 13 Maret 2016

RALAT (Season 2)

Restu Dari Syurga

Terakhir dia datang ke rumahku untuk mengabariku bahwa sopir truk yang mencelakai kedua orangtuaku telah tertangkap, mungkin karena waktu itu aku menanggapinya dengan dingin sehingga dia enggan untuk menemuiku lagi. Beberapa kali dia menghubungiku lewat telepon, itu pun hanya menanyakan kabarku dan adikku, dan tentu saja dia tidak bisa melihat ekspresi wajahku saat itu. Terakhir dia mengirimi aku sebuah SMS, hampir sebulan yang lalu, dia minta aku mendoakannya agar diberi kemudahan dalam menjalani UAN dan aku hanya mengiyakan.
Langit sore itu cukup cerah, hanya terlihat beberapa gumpalan awan putih yang tak mampu mencegah mentari untuk menyinari buminya. Aku duduk di teras sambil mempermainkan laptop hadiah dari almarhum ayahku setahun yang lalu saat aku berhasil mendapatkan rengking 1 di sekolah. Sesekali kulihat pemandangan yang terbentang di hadapanku, lengkap dengan barisan bukit berlatar langit senja yang mulai berubah warna. Sebentar lagi matahari akan menyelinap kesana.

Jumat, 11 Maret 2016

RALAT

Waktu menunjukkan pukul setengah 12 malam waktu aku memutuskan untuk pulang dari rumah temanku setelah beberapa jam bermain playstation. Kupikir jam segini jalan masih cukup ramai karena ada beberapa pabrik yang mempekerjakan karyawannya sampai jam 11 malam, jadi jam segini masih ada karyawan pabrik yang pulang kerja.
Aku menstarter motorku dan melaju perlahan keluar dari gang, sesampainya di ujung gang, aku melihat ternyata jalan raya sudah sepi, tapi seketika aku menjadi lega saat melihat ada sebuah sepeda motor yang melintas perlahan dengan 2 orang penumpang, mungkin suami istri, karena kulihat cewek yang duduk di jok belakang memeluk erat pinggang pria yang duduk di depannya. Dengan segera aku keluar dari gang dan memacu motorku di jalan raya membuntuti motor yang tadi kulihat melintas dan melaju dengan kecepatan rendah. Aku yakin mereka itu karyawan pabrik yang pulang kerja. Jalan benar-