Aku tidak akan mengusikmu saat kau terdiam
Aku tidak akan memandangmu saat kau tersenyum
Dan aku tidak akan mendengarmu andai kau berkata, "rebahkan asamu di sisiku".
Lalu kau biarkan aku terus menghitung ruas jariku tanpa tasbih dan doa
Karena kau tahu; tiada lagi yang dapat kupinta untuk hidupku yang tanpa warna
Karena kau tahu; semua warna telah Tuhan berikan kepada pelangi
Hingga kau tak mampu mewarnai harimu sendiri
Dan kau tetap berharap kurebahkan asa disisimu hingga ia mati.
Kau masih terlelap saat langit malam menjanjikan mentari esok hari
Dan kau biarkan aku tetap dalam sujud tahajjudku mengemis mimpi
Ini duniaku yang tidak pernah kau janjikan
Ini kehidupanku yang tidak pernah kau inginkan
Namun aku masih disini walau tidak kau ijinkan
Lalu kau coba kirimkan sepi agar aku kesepian
dan kau undangkan keheningan agar aku terninabobokan
Tapi ini adalah hidupku yang tidak pernah kau impikan
Tidak perlu lagi kau coba tiupkan kabut agar aku tidak kepanasan
Bangunkan saja asaku agar aku tidak larut dalam penantian.
Sementara mentari masih di balik ufuk pagi
Jangan kau coba sibakkan kabut untukku
Biarkan saja ia menjadi embun dalam hati
Agar ia bisa menawarkan rinduku dan rindumu
Atau biarkan ia biaskan warna menjadi pelangi
Lalu akan kutuliskan kata, 'kaulah Julitaku'
Aku tidak akan memandangmu saat kau tersenyum
Dan aku tidak akan mendengarmu andai kau berkata, "rebahkan asamu di sisiku".
Lalu kau biarkan aku terus menghitung ruas jariku tanpa tasbih dan doa
Karena kau tahu; tiada lagi yang dapat kupinta untuk hidupku yang tanpa warna
Karena kau tahu; semua warna telah Tuhan berikan kepada pelangi
Hingga kau tak mampu mewarnai harimu sendiri
Dan kau tetap berharap kurebahkan asa disisimu hingga ia mati.
Kau masih terlelap saat langit malam menjanjikan mentari esok hari
Dan kau biarkan aku tetap dalam sujud tahajjudku mengemis mimpi
Ini duniaku yang tidak pernah kau janjikan
Ini kehidupanku yang tidak pernah kau inginkan
Namun aku masih disini walau tidak kau ijinkan
Lalu kau coba kirimkan sepi agar aku kesepian
dan kau undangkan keheningan agar aku terninabobokan
Tapi ini adalah hidupku yang tidak pernah kau impikan
Tidak perlu lagi kau coba tiupkan kabut agar aku tidak kepanasan
Bangunkan saja asaku agar aku tidak larut dalam penantian.
Sementara mentari masih di balik ufuk pagi
Jangan kau coba sibakkan kabut untukku
Biarkan saja ia menjadi embun dalam hati
Agar ia bisa menawarkan rinduku dan rindumu
Atau biarkan ia biaskan warna menjadi pelangi
Lalu akan kutuliskan kata, 'kaulah Julitaku'
Tidak ada komentar:
Posting Komentar