Jumat, 23 Agustus 2019

KEJORA DI AMBANG SENJA

“Jum’atan dulu, Kang,” kata Iwan mencoba mengingatkan Adrian yang terlihat masih sibuk meneliti isi lembar demi lembar kertas yang keluar satu per satu dari mesin pencetak. “Ini Jum’at Akang yang pertama di Ciparay,” lanjut Iwan sambil tersenyum.
“Iya, duluan aja,” jawab Adrian tanpa menoleh ke arah teman kerjanya itu.
“Sebentar lagi adzan lho, Kang. Jangan lupa, ini Ciparay, waktu adzannya lebih cepat 22 menit dari Seluma,” kata Iwan masih berusaha mengingatkan Adrian.
“Lima lembar lagi,” jawab Adrian sambil tersenyum dan melirik jam digital yang ada di sudut kanan bawah layar laptopnya.
Iwan hanya menjawabnya dengan isyarat mata, lalu dia keluar dari ruangan itu menuju ke mesjid yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka bekerja.
Pekerjaan Adrian sudah sampai pada halaman terakhir ketika terdengar suara adzan. Sekali lagi ia melirik ke arah jam di laptopnya lalu mengambil lembaran terakhir yang keluar dari mesin pencetak dan menelitinya. “Koq nggak sama sih? Katanya tinggal cetak,” gumam Adrian dengan sedikit kesal. Kemudian perhatiannya kembali pada angka-angka dalam tabel di layar laptopnya, sementara pendengarannya tertuju pada suara yang berasal dari mesjid.

Jumat, 12 Oktober 2018

AKU MENCINTAIMU NABILA

Matahari baru saja meninggalkan peraduannya, lalu beranjak naik merayapi lazuardi biru meninggalkan celah antara Bukit Kandis dan Gunung Bungkuk yang masih diselimuti kabut tipis. Butiran-butiran bening embun pagi mulai bergelantungan di ujung daun-daun ilalang dan rerumputan yang tumbuh dengan subur di kedua sisi jalan setapak yang menghubungkan rumah Nabila dengan sekolahnya yang hanya terhalang oleh sebidang kebun kopi yang saat itu sedang berbunga.
Nabila melangkah dengan perlahan di atas jalan setapak itu menuju ke sekolah. Sesekali ia harus mengangkat kakinya lebih tinggi disaat melangkah untuk menghidari rerumputan yang menutupi badan jalan, sesekali pula ia harus menggunakan sebilah bambu yang sengaja ia bawa dari rumah untuk menggoyang pohon ilalang agar embun yang bergelantungan di ujung daun-daunya jatuh dan tidak membasahi pakaiannya.

Minggu, 10 April 2016

IMPIAN RAHMAT

Aku mengenalnya sejak hampir tiga tahun yang lalu, di bulan pertama aku duduk di kelas X. Waktu itu aku datang ke rumah temanku, Annisa, untuk mengerjakan tugas kelompok pertamaku, kebetulan dia sedang berada di rumah Annisa. Dia hanya memandangku beberapa saat, dan waktu aku melihat ke arahnya, dia hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dengan santun lalu pergi meninggalkan kami. Namun justru senyum santun dalam pertemuan sesaat itu yang terekam dengan baik dalam ingatanku. Walau beberapa bulan setelah itu aku tidak pernah melihatnya lagi.

Senin, 04 April 2016

AKU DAN SESUATU


Dalam asa yang kubawa
dalam mimpi yang kupunya
Rindu hanyalah sebuah kata
yang dipaksakan ke dalam bait-bait syair cinta
Cinta hanyalah sebuah kata
yang dipaksakan ke dalam bait-bait syair lara

Sabtu, 02 April 2016

Cara Untuk Mengetahui Panjang Jalur atau Lintasan Dalam Google Earth

Assalaamu'alaikum, Teman-teman :)
Kalo sebelumnya saya bikin tutorial tentang Cara Mengunggah Photo ke Google Maps/Google Earth, kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang cara mengetahui panjang jalur atau lintasan pada Google Earth. Cara ini juga sering saya gunakan untuk mengukur panjang jalan, selokan, dan lain-lain saat kondisi tidak memungkinkan untuk langsung ke lokasi. Dan berdasarkan pengalaman, cara ini cukup akurat, bahkan bisa dikatakan tepat, asalkan kita meletakkan titik awal dan titik akhir pada lokasi yang tepat.
Nah, dalam tutorial ini saya akan ngasih contoh untuk mengetahui jarak dari Bunderan Arga Makmur ke Stadion 45 melalui Jl. K.H. Dahlan.